Sunu Tri Nugroho, perwakilan wisudawan dari Pendidikan Profesi Insinyur (PPI) dalam Wisuda ke-89 Universitas Kristen (UK) Petra ini berhasil meraih IPK sempurna, yakni 4.00. Dalam tugas akhirnya, Sunu mengangkat judul “Implementasi Profesionalisme, Etika, dan K3 pada Supervisi Penanganan Longsoran Bendungan Rotiklot”. Topik tersebut bukan sekadar kajian akademik, melainkan lahir dari pengalaman nyata selama lebih dari 20 tahun ia berkecimpung di dunia konstruksi.
Sebagai konsultan supervisi di lapangan, Sunu memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa desain dan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai standar, serta aman bagi semua pihak. Baginya, proyek infrastruktur bukan hanya soal kekuatan struktur, tetapi juga tentang tanggung jawab moral seorang insinyur terhadap keselamatan manusia.
Ia melihat bahwa dalam praktiknya, aspek etika dan K3 masih sering dipandang sebelah mata dibanding dengan aspek teknis. Tekanan target dan penyelesaian proyek kerap membuat prosedur keselamatan dianggap sebagai formalitas. Bahkan, penggunaan alat pelindung diri seperti helm dan sepatu keselamatan masih sering diabaikan karena dianggap merepotkan. “Keselamatan itu adalah sesuatu yang penting. Saya sebagai insinyur wajib memastikan bahwa K3 itu benar-benar dilaksanakan dalam pembangunan apa pun,” tegasnya.
Melalui penelitiannya, Sunu menemukan bahwa ketika profesionalisme dan etika dijalankan secara konsisten, kualitas pekerjaan di lapangan menjadi lebih baik dan lebih tertata. “Penerapan K3 yang disiplin tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga meningkatkan mutu hasil akhir proyek,” tegasnya.
Ia berharap penelitian ini dapat menjadi pengingat bahwa infrastruktur yang baik bukan hanya kokoh secara fisik, melainkan juga aman dalam proses pembangunannya. Kepada para calon insinyur muda, Sunu berpesan untuk terus belajar dan menjaga integritas. “Ilmu akan terus berkembang dan tanggung jawab seorang insinyur bukan hanya membangun, melainkan juga menjaga keselamatan banyak orang,” pungkasnya. (RNS/Mel)



